Thursday, November 08, 2007

Topik 56: Fungsi Inna

Bismillahirrahmanirrahim.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Kita akan segera masuk ke ayat 2 surat Al-‘Ashr. Dalam topik ini kita akan pelajari fungsi dari inna ( إنّ ) dan anna ( أنَّ ), dan apa bedanya dengan kaana ( كان ). Dan jika ada waktu kita bahas juga bedanya dengan an ( أنْ ).

Empat hal itu sangat sering ketukar-tukar (at least bagi saya sendiri). Oke sebelum masuk ke ayat 2 nya, saya sampaikan summary dari 4 hal tsb.

Kata inna ( إنّ ) artinya: sesungguhnya (indeed) dan anna ( أنَّ ) artinya : bahwasannya. Terlihat berbeda antara inna dan anna, secara bahasa Indonesia. Tetapi secara bahasa Arab fungsi dan kedudukannya sama. Anna adalah inna yang terdapat ditengah kalimat.

Kaana fungsinya kebalikan dari Inna. Kaana secara arti sudah dibahas panjang lebar di topik sebelum ini (lihat dan baca lagi jika belum paham).

Sedangkan kata an ( أنْ ), secara bahasa Indonesia tidak ada artinya (tidak bisa diartikan), tapi karena dekat (apalagi kalau nanti baca arab gundul) kita sukar membedakan:
أن apakah أنَّ – anna (bahwasannya) atau أنْ – an (tidak ada padanan bahasa Indonesianya).

Oke baiklah kita sekarang masuk ke ayat 2 surat Al-‘Ashr.

إنَّ الإنسان لفي خسر - inna al-insaana la fii khusrin

Inna = sesungguhnya
Al-insaana = manusia (insan)
La = sungguh
Fii = dalam
Khusrin = kerugian

Baiklah... Kita lihat Inna dalam kalimat diatas, artinya sesungguhnya. Ya, kata inna ini fungsinya penekanan. Sering dalam bahasa Inggris diterjemahkan Indeed. Oke, kalau begitu apa kedudukan dan fungsi inna dalam kalimat?

Fungsi (tugas) inna adalah sbb:
- me-nashob-kan mubtada'
- me-rafa'-kan khobar.

Oh, kalau begitu fungsinya kebalikan dari kaana كان ya Mas? Ya, Anda betul. Kalau Kaana fungsinya:
- me-rafa'kan mubtada'
- me-nashobkan khobar.

Duh bingung nih... bisa kasih contoh gak?

Oke pada saat membahas kaana kita kasih contoh sbb:

كان البيتُ جميلا - kaana al-baitu jamiilan : (dulu) rumah itu bagus

kalau kita pakai Inna maka menjadi:

إن البيتَ جميلٌ - inna al-baita jamiilun : sesungguhnya rumah itu bagus

Terlihat bedanya kan. Mubtada al-baitu, khobar jamiilun. Jika kemasukan kaana, maka kbobar menjadi nashab (fathah). Sedangkan jika kemasukan inna maka mubtada' jadi nashab (fathah).

Oke sekarang kita sudah tahu bedanya: kaana dan inna secara fungsi. Kita kembali ke surat Al-'Ashr ayat 2 ini.

إنَّ الإنسان لفي خسر - inna al-insaana la fii khusrin

terlihat dari kalimat diatas yang menjadi Mubtada adalah al-insaana. Lalu khobarnya mana. Nah khobarnya disini adalah khobar jumlah (khobar yang tidak terdiri dari 1 kata, tapi dari kalimat). Jika khobarnya khobar jumlah, maka efek perubahan dhommah ke fathah tidak kelihatan.

Kalimat diatas bisa diganti dengan khobar satu kata saja.

إن الإنسان خسرا - inna al-insaana khusran : sesungguhnya manusia itu rugi

Lihat bahwa khobarnya menjadi fathah (dibaca khusran, bukan khusrun atau khusrin)

Nah kalau kita pakai kaana, kalimat diatas menjadi:

كان الإنسان خسْرٌ - kaana al-insana khusrun : (dulu) manusia itu rugi

Atau jika khasirun tidak ingin dalam bentuk mashdar, kita ubah ke isim fail menjadi khaasirun

إن الإنسان خاسِرٌ - inna al-insaana khaasirun : sesungguhnya manusia itu (adalah) orang yang merugi

Jadi, kita ulangi, bahwa kanaa secara fungsi (tugas) dalam kalimat, berkebalikan dengan inna.

Insya Allah di topik selanjutnya kita akan bahas mengenai lam taukid (lam penguat). Lihat di ayat 2 ini ada kata-kata:

la fii khusrin

Nah pada kalimat diatas adalah lam taukid. Insya Allah kita akan bahas juga pendalaman masalah khobar yang panjang (ditambahi dengan shifat / maushuf).

2 comments:

ADI said...

YA TRIMAKASIH

mochamad hidayat said...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, mas Rafdian Rasyid

Alhamdulillah, ana selalu mengikuti materi ini mulai dari topik 1
materi yang sangat bermanfaat dan mudah untuk dipahami dalam penyampaiannya

Mohon izin copas dan share di grup whatsapp saya, semoga menjadi ladang amalan bagi kita semua, aamiin ya Robbal'alamiin.

Jazakallahu khair

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits