Friday, October 26, 2007

Topik 52: Latihan Surat Al-Ikhlas ayat 4, Fungsi Kaana

Bismillahirrahmanirrahim.

Para pembaca yang dirahmati Allah. Kita akan menyelesaikan, latihan ayat 4 ini. Tapi sebelumnya saya kasih pertanyaan sedikit. Di topik 50, kita sudah terjemahkan ayat 4, yaitu:

و لم يكن له كفوا أحد - wa lam yakun la hu kufuwan ahad

wa= dan
lam= tidak
yakun= adalah (Dia)
la hu = bagi Dia
kufuwan = yang setara
ahad = seseorang

Nah lalu saya nerjemahin begini:
Dan adalah tidak seseorang(pun) yang setara bagi Dia.

Atau jika hendak diperhalus, kata adalah bisa dibuang (baca penjelasannya di topik 51), sehingga bisa menjadi:

Dan tidak seseorang(pun) yang setara bagi Dia.

Loh mas bukannya kalau mau urut mestinya terjemahannya:

Dan tidak adalah bagi Dia yang setara seorang(pun).

Saya tidak terjemahkan demikian. Kenapa? Karena kita akan melihat tugas kaana. Bagaimana tugas kaana itu? Nih saya kasih istilah yang mungkin agak teknis dikit ya... Ok... Siap...?

Tugas Kaana
Kaana bertugas:
- Me-rafa'kan mubtada
- Me-nashab-kan khobar

Weh... weh... kalau mubtada dan khobar rasanya kite-kite sudah pernah dengar deh di topik-topik yang lalu. Oke... saya lagi baik hati. Saya ulangi sedikit ya. Kalau ambil contoh: Zaid ganteng زيدٌ جميلٌ - zaiduun jamiilun. Perhatikan Zaidun adalah mubtada (subjek), dan Jamiilun adalah khobar (prediket). Perhatikan dalam kondisi normal maka Zaid adalah rofa' (yaitu harokat akhir dhommah), sehingga dibaca Zaidun, bukan Zaidan, atau Zaidin. Dan dalam kondisi normal khobar juga rofa', maka dibaca Jamiilun.

Jadi ingat saja, rofa' atau marfu' itu = dhommah atau dhommatain. ُ atau ٌ .

Nah sekarang kalau kita lihat tugas nya kaana itu menashabkan khobar.

Ingat, nahsab = fathah atau fathatain. َ atau ً .

Sehingga kalau kita terapkan:

زيدٌ جميلٌ - zaiduun jamiilun : Zaid ganteng

Jika kita tambahkan kaana didepannya menjadi:

كان زيدٌ جميلاً - kaana zaidun jamiilan : (adalah) Zaid ganteng.

Oh ya, kalau suatu kata benda (isim), jika bersifat nakiroh (tidak ada al), maka ada tambahan alif, sehingga ditulis:

جميلاً bukan جميلً .

Nah kira-kira kita sekarang bisa membayangkan, bahwa kalaupun setelah kaana ada kata beda (isim) yang terbalik, maka metode penerjemahannya sama. Artinya dari kondisi apakah dia nashab atau rafa' kita bisa tahu mana subjek dan prediketnya.

Anggaplah saya (agak) salah, tertukar menuliskan:

كان جميلاً زيدٌ - kaana jamiilan zaidun

Karena kita tahu bahwa yang jadi mubtada (subject) adalah zaidun, maka kita menerjemahkannya:

(adalah) Zaid ganteng,

bukan

(adalah) Ganteng zaid.

Demikian juga dalam ayat 4 surat Al-Ikhlas ini, kita bisa lihat bahwa yang menjadi mubtada adalah احدٌ - ahadun : seorang(pun). Dan yang menjadi khobarnya adalah كفوًا - kufuwan (karena harokatnya fathatain setelah kaana).

Oleh karena itu ayat ini kita terjemahkan:


و لم يكن له كفوا أحد - wa lam yakun la hu kufuwan ahad


Dan tidak (adalah) [mubtada=ahadun] [khobar=kufuwan] [pelengkap=lahu].
Dan tidak (adalah) [seseorang(pun)] [yang serupa] [bagi Dia].

Semoga menjadi jelas ya. Insya Allah.... Alhamdulillah, akhirnya selesai kita bahas latihan surat Al-Ikhlas ini. Kita akan ketemau lagi minggu depan.

3 comments:

JoniTrismanto said...

bismillahirrohmanirrohiim..mas Ikhwanul Muslimin, pemilik bolg ini..masya Allah..saya hampir menagis melihat kesungguhan anda membuat blog untuk mengajak dan mengajar kami..subhanalloh..saya memanfaatkan pengajaran ini..semoga Allah Maha Membalas jasa dana amal anda..perkenalkan saya juga seorang muslim yang sangat ingin mampu berbahasa arab untuk meneguhkan keimanan dan mengerti arti dari bacaan ayat ketika sholat....perkenalkan saya yoni trismanto abdurrahman yang inginmendekatkan diri pada allah karena ketakutan saya kepada hari HisabNya..mohon perkenalan ini diterima dan kita menjadi saudara seiman...email saya jawknee2006@gmail.com dan FB saya yoni wong pati abdurrahman

budi yanto said...

assalaamu alaika.
terima kasih sm mas yg mau berbagi ilmu,alhamdulillaah sangat manfaat bagi kita.

mochamad hidayat said...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, mas Rafdian Rasyid

Alhamdulillah, ana selalu mengikuti materi ini mulai dari topik 1
materi yang sangat bermanfaat dan mudah untuk dipahami dalam penyampaiannya

Mohon izin copas dan share di grup whatsapp saya, semoga menjadi ladang amalan bagi kita semua, aamiin ya Robbal'alamiin.

Jazakallahu khair

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits