Tuesday, May 22, 2007

Topik 16: Kalimat Perintah Larangan

Bismillahirrahmanirrahim.

Mohon maaf minggu kemaren saya tidak dapat posting artikel lanjutan, karena satu dan lain hal. Terakhir sudah sampai ayat berapa ya? Kalau tidak salah ayat 6. Di ayat 6 ini ada ada yang unik yang kita temukan yaitu kata لم - lam. Kedudukan lam ini dalam bahasa Arab, berfungsi untuk membuat kalimat berita negatif.

Sekedar me-refresh, kalimat berita negatif itu agak berbeda dengan kalimat larangan. Misal saya mengatakan: Sekarang dia sedang makan. Ini adalah kalimat berita. Kalau saya katakan: Sekarang dia tidak sedang makan. Maka ini adalah kalimat berita nengatif (penyangkalan).

Oke... mudah-mudahan jelas ya... Nah topik 16 ini membahas suatu pola baru yaitu kalimat perintah larangan, yang terdapat di ayat 11. Eit... eit... bentar dulu Mas... Kemaren kan terakhir ayat 6. Kenapa tidak dibahas ayat 7, 8, 9, dan 10. Hmm... gini... Gimana kalau saya suruh, buat jadi PR saja? Kenapa gitu Mas?

Soalnya, belum ada pola baru yang ditemukan di 4 ayat tersebut. Yang ada adalah kata-kata baru, seperti quluub (hati), maradh (penyakit) dll. Maka silahkan latihan sendiri ya. Teknik latihannya, ayat 7, 8, 9, dan 10, dipenggal-penggal, lalu tentukan apakah dia ISIM, FI'IL, atau HURF.

KALIMAT PERINTAH LARANGAN

Nah kita masuk ke topik inti. Siap? Insya Allah ya... Oke. Sekarang saya mau kasih tahu dulu apa contohnya kalimat perintah larangan.

Kalau saya sebut: RUSAKKANLAH! maka ini adalah kalimat perintah.
Kalau saya sebut: JANGAN MERUSAK! maka ini disebut kalimat perintah larangan.

Bagaimana bahasa arabnya JANGAN MERUSAK!

Perlu diketahui, dalam bahasa Arab, kalimat perintah langsung itu ditujukan untuk orang ke-dua tunggal, dual, atau jamak. Intinya untuk orang ke-dua tunggal. Nah agak bingung nih Mas... Oke gini. Kata orang ke-dua tunggal itu adalah: KAMU, KAMU BERDUA, KALIAN. Artinya lawan bicara itu ada di depan kita sebagai pemberi perintah.

Okeh. Sekarang balik lagi: JANGAN MERUSAK! Bagaimana bahasa Arabnya?

Jangan itu لا - laa
merusak itu أفسد - afsada (untuk orang ke 3 tunggal)

Oh kalo gitu: JANGAN MERUSAK! = لا أفسد - laa afsada

Bener gak Mas? Ya not bad lah, untuk pemula. Hampir betul. Lah... Hampir betul? Kalo gitu yang betul itu gimana Mas?

Yang betul itu: لا تُفْسِدْ - laa tufsid

Oh gitu... Kenapa ditambahin TA? Lalu kenapa bukan LA TAFSADA. Oke oke... berarti ada 2 pertanyaan ya.

Pertanyaan pertama, kenapa ditambahin TA? Karena kita memerintahkan orang yang didepan kita (berarti orang ke 2 tunggal KAMU). Ingat ciri-ciri Fi'il Mudhori' yaitu adanya YA ANITA (masih ingatkan?). Nah tambahan TA itu diperlukan untuk menunjukkan kata kerja itu ditujukan kepada KAMU (atau ENGKAU).

Pertanyaan kedua, kenapa bacanya tidak AFSADA + TA menjadi TAFSADA atau TA-AFSADA? Mengapa TUFSID? Nah ini kembali ke hukum fi'il mudhori'. Kalau kata merusak itu bahasa arabnya AFSADA أفسد ini untuk fi'il madhy (KKL), sedangkan KKSnya YUFSIDU, untuk orang ke 3, dan TUFSIDU untuk orang ke dua. Lihat penjelasan berikut:

أفسد - AFSADA = (dia telah) merusak
يفسد - YUFSIDU = (dia sedang) merusak
تفسد - TUFSIDU = (engkau sedang) merusak

لا تفسدُ - LAA TUFSIDU = (engkau sedang) tidak merusak.

لا تفسدْ - LAA TUFSID = (engkau) JANGAN MERUSAK!

Kebayang kan? Hayoo jawab yang jujur... Kalau dah kebanyang, sekarang buka Al-Quran lihat surat 2 ayat 11. Disitu ada tertulis:

لا تفسدوا - LAA TUFSIDUU

Kenapa ada tambahan وا - waw dan alif? Karena perintah ini ditujukan untuk banyak orang. Jadi

لا تفسدوا - LAA TUFSIDUU = (wahai KALIAN SEMUANYA) JANGAN MERUSAK !

Itulah guna dari tambahan waw dan alif tsb. Mudah-mudahan jelas ya... Insya Allah kita lanjut pekan depan.

2 comments:

yugo saptoro said...

Jelas Pak..alhamdulillaah!

The Constant Happiness said...

Lam tufsid atau laa tufsidu?

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits