Monday, April 02, 2007

Topik 5: Huruf Jar

Bismillahirrahmanirrahim

Topik kali ini, kita akan membahas mengenai Huruf Jar. Binatang apakah ini? Dalam bahasa Indonesia kita biasa menyebut kata depan spt:

Saya di rumah
انا في البيت ana fii al-bayti

Kata: di (atau didalam) dalam bahasa Arab adalah في fii, inilah yang disebut huruf Jar.

Kembali ke surat Al-Baqaroh: 1-2

Kitab itu, tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang muttaqien. Ada 2 huruf jar kita temui yaitu:

لا ريب فيه (laa raiba fii hi) yaitu pada kata فيـ (fii) yang artinya di atau didalam
هدى للمتقين(hudan lil-muttaqien) yait pada kata ل (li) yang artinya bagi. Kata للمتقين ini jika kita pecah terdiri dari 2 kata yaitu ل (li) dan المتقين (al-muttaqien).

Apa saja huruf jar yang sering dijumpai?

Tadi sudah disebutkan dari, untuk. Yang cukup banyak dijumpai adalah:
من min = dari
إلى ila = ke
عن 'an = dari
على 'ala = diatas
تحت tahta = dibawah
في fii = didalam
ل li = untuk/bagi

Wah wah banyak yang mesti dihafal ya? Kalau gak mau repot, kalau menghafalkan surat Al-Baqaroh, ingat saja kata fii dan li.

Untuk latihan:
Saya didalam pasar
انا في السوق -- ana fi as-suuqi

Dia dari terminal
هو من المحطة huwa minal mahaththoti

Sebelum menutup topik ini, dulu waktu saya menghafal ayat Al-Quran, kadang suka salah.

Misalkan yang betul:
laa roiba fiihi hudal lil muttaqien. للمتقين

Nah saya suka lupa menyebutkan begini:
laa roiba fiihi hudal lil muttaquun. للمتقون

Walaupun secara arti, keduanya artinya sama, tetapi secara tata-bahasa yang betul adalah yang pertama (muttaqien).

Nah lalu, apa bedanya muslimiin, dengan muslimuun? Ini dibahas dalam topik berikut. Topik berikut insya Allah, mengenai hukum yang berkaitan dengan huruf jar.

3 comments:

yugo saptoro said...

katanya, salah satu ciri isim adalah berharokat kasroh di akhir kata nya.
misal: أنا في البَيْتِ
al bayti --> huruf i ini menunjukkan isim. apa benar?

Leiny Deedee said...

menurut saya apa yang dicontohkan mas yugo itu benar.

isim terbagi dua : isim nakirah dan isim ma'rifah. isim nakirah tidak ber alif lam sedangkan isim ma'rifah ada alif lamnya. coba silahkan cek kitab nahwu dan shorof :)

huruf jar bisa masuk pada isim nakirah maupun ma'rifah. bedanya hanya pada baris akhir isimnya, apabila ia ma'rifah tidak boleh tanwin hanya baris kasroh karena ada alif lam, sedangkan kalau ia nakirah ia harus berbaris tanwin kasroh pada isimnya karena ada alif lam.

sedikit menambahkan. :) terimakasih.

Rafdian Rasyid said...

Syukran Leiny.

Betul sekali, salah satu ciri isim, harokat akhir baris bawah/kasrah. Karena apabila diperhatikan, fi'il tidak ada yang baris akhir berharokat kasrah.

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

About Me

My Photo
السلام عليكم Bagi yang telah mempelajari bahasa Arab sedari kecil, nahwu shorof (grammar) bahasa arab tidaklah rumit bagi mereka. Hal berbeda bagi orang dewasa baru belajar bahasa arab, akan terasa sulit sekali. Saya belajar bahasa arab dari Al-Quran pun setelah usia sangat lanjut (too bad; but better late than never). Tulisan dalam blog ini dituliskan sebagai bagian dari proses belajar saya pribadi (menjadi semacam refleksi ataupun dokumentasi). Proses belajar tersebut terus berlanjut sampai sekarang. Doakan semoga saya tetap istiqomah.

Visitors/Hits