Tuesday, August 19, 2008

Topik 83: Sampai ke Aspal

Bismillahirrahmanirrahim.

Gatal juga tangan, di-tanyain di bagian komentar: "edisi Agustus ditunggu" :)

Terus terang agak bingung juga, mau nyampaian apa ya? Karena tidak ada yang nanya topik sebelumnya, jadi saya anggap kali sudah ngerti bahasa Arab.

Oleh karena itu saya isi dengan selingan ringan saja.

"Sampai ke aspal"

Pernah dengar surat ini kan? Pastinya sudah hafal ya, Insya Allah.

Laqod kholaknal insaana fii ahsani takwiim


Ya surat At-Tin.

لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya


لَقَدْ laqod - sungguh sungguh

La disini adalah lam taukid (penegasan), yang artinya sesunggunhya, benar-benar, atau sungguh.

Qod disini berarti: sungguh telah. Biasanya kata Qod, sering diartikan sebagai bentuk penanda dari perfect tense. Artinya pekerjaan (kata-kerja/fi'il) sesudah qod itu telah sempurna di kerjakan.

Nah, laqod, artinya sungguh-sungguh sekali, atawa sungguh-sungguh kuadrat, menandakan berita berikutnya adalah pekerjaan yang sangat serius.

خَلَقْنَا kholaknaa - kami telah ciptakan

Lihat bahwa sesudah qod biasanya (pasti) fi'il madhy. kholaknaa (we had created)

الإنْسَانَ - insaana - insan / manusia

Lihat bahwa, karena posisinya adalah object, maka harokat akhir adalah fathah, insaana, bukan insaani atau insaani

فِي fii - dalam (huruf jer / kata depan)

أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ - sebaik-baik bentuk.

Kata ahsani, awalnya adalah ahsanu, karena setelah huruf jer, maka berubah jadi ahsani, yang artinya paling baik. Wazannya mirip dengan akbaru (paling besar), ajmalu (paling ganteng), dst.

Kata taqwiim, sepinta wazannya mirip dengan tasliim, berarti wazannya adalah af-'ala. Kita cari dikamus pada kata ALIF QOF ALIF MIM.

Dikamus kata ini artinya: berdiri, tegak, panjang (tinggi).

Di AQ terjemahan banyak disebutkan kata takwiim ini artinya: bentuk. Muhsin M Khan, menarjamahkan kata takwiim ini dengan "stature" (panjang/tinggi/postur badan).

Kemudian ayat selanjutnya:

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)


Nah bagi orang Sunda (maaf ya) yang biasa melafalkan f dengan p, ayat diatas dibaca:

tsumma radadnaahu aspala ...

Kata asfal terbaca aspal.

Kemudian Kami kembalikan dia sampai-sampai ke aspal-aspal.


Ya, awalnya manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, lalu setelah banyak bergelimang dosa maka mereka jatuh ke tempat yang paling rendah (asfal).

Hehe... kata asfal diatas, bukan berarti aspal (cara baca orang Sunda), akan tetapi maknanya dekat.

ASFALA

Kata ini berasal dari kata SIN FA LAM.

Kita mungkin sering mendengar hadist berikut:

اليد العليا خير من اليد السفلى - al yadul 'ulyaa khairun minal yadis sufla

Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah


Nah kata "diatas" disini adalah "'ulya", dan "dibawah" disini adalah "sufla".

Kata sufla, asfala menunjukkan ke tempat yang rendah, atau dibawah.

Jadi kalau aspal letaknya dibawah, maka yaa... mirip-mirip lah... Aspal itu tempatnya dibawah (rendah), warnanya hitam (melambangkan dosa), permukaannya kasar (hilangnya kelembutan), dst.

Kecuali nanti, entah ada aspal yang letaknnya diatas, warnanya putih, dan permukaannya halus.

Wassalam.

1 comment:

Irfan Ramdhani said...

punten ustadz utk mengingatkan sj di atas tertulis taqwiim, tasliim wazannya af'ala, yg benar itu wazan fa'a'ala yufa'i'ilu taf'iilan.syukron

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits