Friday, March 28, 2008

Topik 79: Format Baru

Bismillahirrahmanirrahim

Para pembaca yang dirahmati Allah. Untuk menambah variasi dalam tulisan ini, saya akan coba “permak” format penulisan, Insya Allah mulai tulisan topik ini. Saya akan bagi tiga bagian: (i) Ungkapan, (ii) Kosa Kata Baru, (iii) Al-Quran.

Sampai kapan format ini akan bertahan? Allahu a’lamu. Yang jelas saya mencoba mengubah format penulisan agar tetap segar. Baiklah kita mulai.

I. Ungkapan

السلام عليكم – assalamu ‘alaykum
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته – wa ‘alaykumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh

صَبَاحُ الْخَيْرِ – shobbaahul khair : selamat pagi
صَبَاحُ النُّوْرِ – shobbaahun nuur : selamat pagi juga (jawaban)

مُنْذُ زَمَانٍ لَمْ أَرَاكَ – mundzu zamaan lam arooka : lama saya tidak berjumpa Anda
كَيْفَ حَالُكَ – kaifa haaluk ? : bagaimana kabar Anda?

الحمد لله أَنَا بِخَيْرٍ – Alhamdulillah ana bi khoir: Alhamdulillah saya baik-baik saja

أَنَا سَعِيْدٌ بِلِقَائِكَ – ana sa’iid biliqooik : saya gembira berjumpa denganmu

أَنَا فُجُوْرٌ بِلِقَائِكَ – ana fuujuur biliqooik: saya senang berjumpa denganmu

تَبْدُوْ سَعِيْدًا هَذَا الْيَوْمَ – tabdu sa’iid hadzal yaum : Anda tampak gembira hari ini

شُكْرًا – syukran : terima kasih

تَفَضَّلْ بِلْجُلُوْسِ – tafaddhol bil juluus : silahkan duduk

البَيْتُ بَيْتَكَ – al-baytu baitak : (rumah ini rumahmu) = anggaplah rumah sendiri

هَيَّا نَشْرَبْ الشَيْ – hayya nasyrobis syaay : mari kita minum teh


II. Kosa Kata Baru

سعيد – sa-‘iid : gembira
تفضل – tafaddhol : silahkan
نشرب – nasyrab : minum

III. Al-Quran

Baiklah kita coba lihat tiga kata baru yang kita pelajari tsb di Al-Quran. Kata سعيد – sa’iid, dapat kita tebak, sebagai kata shifat. Loh… kok bisa? Ya tampak dari adanya ya, yang menyebabkan bunyi iii panjang. Contohnya kariim كريم (mulia), kabiir كبير (besar), jamiil جميل (cantik), dsb.

Kalau mau tahu kata kerjanya, maka buang ya nya, sehingga menjadi sa-’i-da سعد.

Kata sa-‘i-da : bahagia (happy, blessed) dalam Al-Quran ada di satu surat 11:108

وأما الذين سعدوا – wa ammal ladziina su-‘iduu : dan adapun orang-orang yang dibahagiakan

Terlihat disini Al-Quran menggunakan bentuk pasif: su-‘i-da (dibahagiakan), atau su-‘i-duu (mereka dibahagiakan).

Sedangkan kata sa’iid (bahagia, kata sifat) ada dalam satu surat di Al-Quran, 11:105

فمنهم شقي وسعيد – faminhum syaqiyyun wa sa-‘ii-dun : dan diantara mereka ada yang syaqiyyun (celaka), ada yang sa-‘ii-dun (bahagia).

Selanjutnya, kata تفضّل - tafadhdhol, adalah kata kerja perintah, yang artinya: Silahkan. Ini adalah bentuk kata kerja turunan ke 5. Akar katanya adalah:

فضل - يفضل : fadhola - yafdhulu : lebih
تفضل - يتفضل : tafadhdhola - yatafadhdholu : memberikan karunia, atau melebihkan
تفضل : tafadhdhol: silahkan

Di Al-Quran akar kata tafadhdhol ini kita jumpai dalam 2 ayat: yaitu surat 13 : 4, dan surat 23 : 24. Akan tetapi bentuk yang dipakai adalah kata kerja asal bukan KKT 2. Contohnya di surat 13: 4:

ونفضل بعضها - wa nufadhdhilu ba'dhohaa : dan kami melebihkan sebagian dari mereka.

Disini yang di gunakan adalah KKT-2. Ingat-ingat lagi fungsi KKT-2 adalah untuk mengjadikan fi'il yang tidak punya objek menjadi punya objek. Dalam rumus praktis, KKT-2 itu adalah kata kerja yang mendapat tambahan me....kan.

Contoh KK asal: fadhola = lebih, maka
KKT-2: fahddhola - yufadhdhilu = me-lebih-kan.

Kata terakhir yang hendak kita bahas adalah: nasyrob = kita minum. Akar katanya adalah syariba - yasyrabu : minum.

Dalam AQ, kata syariba - yashrabu ini kita jumpai dalam banyak tempat.
Contohnya di surat 83:28.

عينا يشرب بها المكربون - 'ainan yasyrabu bihaa al-mukarrabuun: mata air yang a-lmukarrabuun meminum nya.

Terlihat disini yang digukakan adalah KK asal dalam bentuk present (fi'il mudhori').

Dan masih banyak lagi kata yasrabu (minum) ini terdapat dalam AQ.

Sebagai penutup, ayat ini cukup sering digunakan untuk menasehati teman/orang lain agar tidak berlebih lebihan dalam makan/minum, surat 7:31.

كلوا واشربوا ولا تسرفوا - kuluu wasyrabuu walaa tusrifuu : makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan.

Demikian... Insya Allah kita akan lanjutkan pada topik berikutnya.

No comments:

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

About Me

My Photo
السلام عليكم Bagi yang telah mempelajari bahasa Arab sedari kecil, nahwu shorof (grammar) bahasa arab tidaklah rumit bagi mereka. Hal berbeda bagi orang dewasa baru belajar bahasa arab, akan terasa sulit sekali. Saya belajar bahasa arab dari Al-Quran pun setelah usia sangat lanjut (too bad; but better late than never). Tulisan dalam blog ini dituliskan sebagai bagian dari proses belajar saya pribadi (menjadi semacam refleksi ataupun dokumentasi). Proses belajar tersebut terus berlanjut sampai sekarang. Doakan semoga saya tetap istiqomah.

Visitors/Hits