Monday, December 17, 2007

Topik 65: An si Jembatan

Bismillahirrahmanirrahim.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Karena ada sedikit waktu luang, saya coba sisipkan satu materi mengenai أنْ - an. Saya kasih judul An si Jembatan. Hehe...

Kenapa disebut Jembatan?

Nah gini... Itu istilah saya saja ya... gak akan ditemukan di buku-buku bahasa Arab lho...

Fungsi AN.

An itu berfungsi layaknya jembatan pada 2 kata kerja. Jadi ceritanya, biasanya kalau kata kerja sesudahnya membutuhkan kata benda.

Misalkan:

Saya suka sama pakaian Anda - I love your dress

أحب لباسك - uhibbu libaasaka

Nah perhatikan polanya:

Uhibbu: adalah kata kerja (fi'il mudhori' - KKS). Setelahnya adalah Libaasaka (isim - kata benda)

Nah gimana kalau saya berkata begini:

Saya suka kamu pakai baju ini - I love (that) you wear this dress

أحب أن تلبس هذا اللباس - uhibbu an talbasa hadza al-libaas

Perhatikan. Mestinya talbasu (You Wear), tapi berobah menjadi talbasa, karena kemasukan An (kita akan perdalam mengenai masalah ini di topik 66, Insya Allah).

Ada 2 kata kerja. Padahal setelah kata Uhibbu (I Love), maka kata ini mengharapkan Isim (Kata Benda). Jadi mestinya begini:

أحب تلبس هذا اللباس - uhibbu talbasu hadza al-libaas

Perhatikan bahwa, dua kata kerja yang berdekatan, ini janggal (bisa dikatakan menyalahi aturan). Ada 2 kata kerja yaitu uhibbu (I love), dan talbasu (You wear), yang berdekatan. Ini gak boleh fren... So, solusinya gimana?

Ini dia solusinya: Kasih saja AN أنْ diantara ke dua kata kerja tersebut. Sehingga kalimatnya menjadi:

أحب أن تلبس هذا اللباس - uhibbu an talbasa hadza al-libaas

Gitu mak cik...

Contoh-contoh di Qur'an cukup banyak. Ambil saja akhir surat Yasin (yang Insya Allah, Bapak2x kita banyak yang hafal surat Yasin ini).

إنما أمره إذا أراد شيئا أنْ يقولَ له كن فيكون - innamaa amruhu idzaa araada syai-an an yaquula lahu kun fayakun - Sesungguhnya kedaannya jika Dia menghendaki sesuatu, hanyalah Dia berkata kepadanya : "jadilah", maka jadilah ia.

Perhatikan bahwa sesudah kata araada (menghendaki) memang ada kata benda syai-an, maka setelah syai-an itupun harus kata benda, sebagai keterangan pelengkap bagi syai-an. Masalahnya adalah setelah syai-an itu ada yaquulu (Dia berkata). Ini adalah fi'il. Masalah kan?

Solusinya adalah, diberikan AN didepan fi'il tersebut. Sehingga menjadi An yaquula (ingat yaquulu, kemasukan An, berubah menjadi yaquula).

Hukumnya gimana?

Oke, kalau kata kerja kemasukan An didepannya maka An+Kata Kerja tersebut, dihukumi sebagai Kata Benda.

Demikian, semoga menjadi jelas ya, kalau ketemu AN di dalam Al-Quran, atau text bahasa Arab, maka itu untuk "membendakan" kata kerja setelahnya.

Kita bisa bikin contoh lain.

I want to (go to) terminal: Saya ingin ke terminal

أريد إلي المحطة - uriidu ila al-mahaththah

Perhatikan setelah uriidu (saya ingin), ada kata JER+MAJRUR. JER=ilaa (ke) MAJRUR=Mahaththah (terminal). Ingat lagi hukum JER+MAJRUR = Isim. Sehingga kalimat diatas gak masalah.

Kalau kalimat diatas saya ubah:

أريد أذهب إلي المحطة - uriidu adzhabuu ila al-mahaththah

Perhatikan ada 2 kata kerja yang berdekatan (uriidu = saya ingin) dan (adzhabu = saya pergi). Ini masalah. Maka perlu disisipkan AN, sehingga menjadi:

أريد أن أذهبَ إلي المحطة - uriidu an adzhaba ila al-mahaththah : saya ingin (bahwa) saya pergi ke terminal.

Nah kalimat ini sudah ok, karena sudah di jembatani oleh An.

Demikian, penjelasan mengenai AN.

Allahu A'lam.

No comments:

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits