Saturday, November 17, 2007

Topik 59: Jenis-Jenis Khobar

Bismillahirrahmanirrahim.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Kali ini kita akan menggali jenis-jenis khobar. Apa saja itu? Oke, kita mulai dengan contoh.

الطالبُ مجتهدٌ – at-thaalibu mujtahidun : Siswa itu rajin

Mana mubtada dan khobar nya? Gampang.

Mubtada: الطالبُ - ath-thaalibu : siswa itu
Khobar: مجتهدٌ – mujtahidun : rajin

Nah, topik kali ini kita akan singgung, apa saja jenis khobar, dan jenis mubtada. Oke perhatikan kalimat diatas.

Mubtada ath-thaalibu, adalah kata benda alam (isim alam)
Khobar mujtahidun, adalah kata benda sifat (isim shifat)

Apa saja jenis Mubtada lain? Jenis mubtada yang lain adalah kata-ganti (isim dhomir).

Kalimat diatas, bisa saya ubah.

The student is diligent: الطالبُ مجتهدٌ – at-thaalibu mujtahidun : Siswa itu rajin
He is diligent: هو مجتهدٌ – huwa mujtahidun : Dia rajin.

Nah dalam kalimat diatas, mana mubtada dan khobar?

Mubtada: huwa – dia
Khobar: mujtahidun – rajin

Itulah 2 bentuk / jenis mubtada’ yang umum dijumpai. Apa itu? Kita ulangi. Mubtada bisa berupa isim alam (nama orang, nama benda, profesi orang, dsb), atau kata ganti (saya, kamu, dia, mereka, dsb).

Ada lagi jenis yang umum juga untuk mubtada, yaitu kata benda penunjuk (isim isyarah). Contohnya: ini, itu.

Saya katakan sbb:

ذلك البيتُ – dzalika al-baytu: itu rumah. That is the house.
هذا ولدٌ – hadza waladun : ini seorang anak laki-laki. This is a boy.
هذا الولدُ – hadza al-waladu : ini seorang anak laki-laki itu. This is the boy.

Nah mubtada dalam tiga kalimat diatas adalah: dzalika (itu) dan hadza (ini). Sedangkan khobarnya adalah al-baytu (rumah [yang sudah diketahui oleh lawan bicara]), waladun (anak laki-laki [siapapun dia]), atau al-waladu (anak laki-laki [yang sudah diketahui oleh lawan bicara]).

Oke, kita tutup dengan kesimpulan. Mubtada, bisa terdiri dari (salah satu)
1. Isim alam (nama orang, nama benda, profesi, dsb)
2. Kata ganti (saya, dia, mereka, kamu, dsb)
3. Isim isyarah (ini, itu)

Sekarang kita beralih ke jenis-jenis Khobar.

Perhatikan lagi kalimat-kalimat diatas. Rata-rata khobar itu terdiri dari, isim shifat (seperti rajin, malas, besar, ganteng, dll), atau kata benda isim alam (seperti dalam kalimat “itu rumah”).

Sekarang saya kasih contoh, yang mungkin membuat kita bingung.

Apa bedanya:

هذا البيتُ كبيرٌ جديدٌ – hadza al-baytu kabiirun jadiidun

هذا البيتُ الكبيرُ جديدٌ – hadza al-baytu al-kabiiru jadiidun

Bedanya kalau dalam bahasa Inggris lebih terlihat, sbb:

هذا البيتُ كبيرٌ جديدٌ – This house is big (and) new : rumah ini besar (lagi) baru

هذا البيتُ الكبيرُ جديدٌ – This big house is new : rumah besar ini baru

Pada kalimat pertama, mubtada: this house, khobarnya big (and) new
Pada kalimat kedua, mubtada: this big house, khobarnya new

Oke, sampai disini, kita resume-kan, tentang khobar. Khobar dapat terdiri dari isim shifat, isim alam. Sekarang bentuk ke 3.

Bentuk ke-3 Khobar: JER MAJRUR

Oke apa lagi nih Mas? JER MAJRUR. Hehe… istilah ini sering dipakai dalam pelajaran bahasa Arab. Apa itu? Gampangnya saya kasih contoh begini.

dalam rumah: في البيتِ – fii al-bayti.

Ingat-ingat lagi pelajaran kita dulu-dulu banget, tentang huruf jer (kata depan). Contohnya في – fii (didalam), على – ‘alaa (diatas), من – min (dari), إلى – ilaa (ke), dst. Nah kata-kata ini disebut JER. Lalu MAJRUR apa? Majrur adalah kata benda setelah JER. Dalam contoh diatas Majrur nya adalah البيتِ – al-bayti. Lalu gabungan keduanya disebut kalimat JER MAJRUR.

Nah bentuk ke 3 dari khobar ini, dapat berupa jer majrur ini. Contohnya begini.

الولدُ في البيتِ – al-waladu fii al-bayti : The boy in the house – anak laki-laki itu dalam rumah.

Mana mubtada dan khobarnya? Mubtada, pastilah al-waladu. Dan khobarnya adalah JER MAJRUR yaitu fii al-bayti.

Oke ya, semoga yang diatas itu bisa dimengerti. Sekarang ada masalah nih.

Bagaimana kalau, di dalam rumah itu, anak laki-lakinya belum diketahui. Oh ya, sebelumnya, Anda pasti tahu kan apa bedanya dua kalimat ini:

The boy is in the house
A boy is in the house

Dalam kalimat kedua, anak laki-lakinya belum diketahui. Bisa anak siapa saja. Sehingga dipakai A Boy (waladun, bukan al-waladu). Sedangkan dalam kalimat pertama, anak laki-lakinya adalah sudah diketahui, misal Anaknya Bang Faisal, misalkan. Dalam kalimat pertama, karena Boy nya sudah diketahui maka dipakai The (atau al, sehingga menjadi al-waladu)

Dalam bahasa Arab, kedua kalimat itu sebagai berikut.

The boy is in the house : الولدُ في البيتِ
A boy is in the house : ???

Apa kira-kira yang akan Anda isi untuk ??? diatas. Jawabannya Insya Allah di topik selanjutnya. Ini masuk dalam Bab Khobar Muqoddam (khobar yang didahulukan). Baca topik selanjutnya.

2 comments:

Alfaqiiru said...

alhamdulillah saya dapat pelajaran dari blog ini.saya pun sedang belajar nahwu tingkat dasar .hanya menyarankan saja kalau bisa dalam setiap penjelasan di jelaskan juga perinciannya seperti Mubtada dan Khobar yang terdiri dari Syibhul jumlah dan jumlah (Ismiyah atau Filiyah)..bagus bangat blognya mudah2an dapat menjadi buat bahan Muthola'ah..tks before..

ahmad rafuan said...

assalamu'alaykum, jazakallah khoiron atas pnjelasannya, sya mau nanya, bgaimana cra mengubah khobar yg awalnya isim menjadi fi'il, terima ksih

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

About Me

My Photo
السلام عليكم Bagi yang telah mempelajari bahasa Arab sedari kecil, nahwu shorof (grammar) bahasa arab tidaklah rumit bagi mereka. Hal berbeda bagi orang dewasa baru belajar bahasa arab, akan terasa sulit sekali. Saya belajar bahasa arab dari Al-Quran pun setelah usia sangat lanjut (too bad; but better late than never). Tulisan dalam blog ini dituliskan sebagai bagian dari proses belajar saya pribadi (menjadi semacam refleksi ataupun dokumentasi). Proses belajar tersebut terus berlanjut sampai sekarang. Doakan semoga saya tetap istiqomah.

Visitors/Hits