Thursday, October 18, 2007

Minal 'Aa-i-diin Wal Faa-i-ziin

Bismillahirrahmanirrahim.

Permirsa sekalian yang dirahmati Allah. Masih dalam rangka Idul Fitri, saya hendak mengucapkan: Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan bathin.

Telah banyak di poster-poster, iklan-iklan di koran, di TV dlsb, mengenai pengucapan Idul Fitri ini, yang di rangkai dalam kalimat yang baik (walau bukan hadist):

Minal 'Aa-idin Wal Faa-i-zin

Apa arti kalimat diatas?

من العائدين minal 'aa-idiin, terdiri dari 2 kata

min من artinya: dari (from) atau bagian (part of)
al 'aa-idiin العائدين artinya: orang-orang yang kembali

Min secara bahasa adalah Huruf Jar (kata depan), sedangkan al 'aa-idiin adalah isim fa'il (kata benda pelaku).

Lalu artinya minal 'aa-idiin, artinya: bagian dari orang-orang yang kembali (kepada kesucian).

Oke... kita kupas sedikit lagi mengenai isim fa'il. Isim fa'il adalah kata benda pelaku, dari sebuah kata kerja. Misalkan, kata kerjanya menulis, maka isim fa'il-nya adalah penulis (atau orang yang menulis). Kata kerjanya: membunuh, maka isim fa'ilnya pembunuh (atau orang yang membunuh).

Nah, kata عاد - 'aa da = adalah kata kerja yang artinya kembali (return). Nah, isim fa'ilnya adalah عائد - 'aa idun = (1 orang yang kembali). Sedangkan jika jamak (banyak) menjadi عائدون - 'aa iduun = orang-orang yang kembali, atau عائدين - 'aa idiin (jika diawali oleh huruf jar).

Gitu... ngerti kagak nih, man teman?

Yang suka salah tulis di poster poster sbb:

Minal aidin (ini salahnya gak gawat, walaupun sebenarnya yang lebih pas ada kutip satu, menandakan itu 'ain ع , sehingga lebih mantap mestinya ditulis Minal 'Aidin)

Minal aidzin (nah ini salahnya agak lumayan. Kalau dz itu representasi ذ - dzal bukan ز -za. Artinya jadi lain. عاذ artinya berlindung. Sehingga عائذ - 'aa idzin = orang yang berlindung).

Minal 'aidin (nah ini yang sedikit oke, walau artinya 1 orang yang kembali karena din bukan diin, dan 'ain nya pendek)

Baiklah kalau minal 'aa-idiin artinya bagian dari orang-orang yang kembali (suci). Sekarang apa artinya wal faa-i-ziin?

Nah bentar dulu kadang, faa-i-ziin ini ditulis faidzin, nah ini juga salah nih... Kenapa?

Faa-i-zin فائزين adalah isim fa'il dari فاز - faaza yang artinya menang. Sehingga فائز faa-i-zun (1 orang yang menang), dan فائزون - faa i zuun atau فائزين - faa i ziin artinya orang-orang yang menang. Sedangkan فائذين - faa i dziin, nah ini artinya jadi lain, bukan orang-orang yang menang.

Jadi yang muantaff itu nulisnya mestinya faaiziin, atau kalau kelihatan aneh faizin. Jangan faaidziin, atau faidzin. Getoh...

Kesimpulan:
Minal 'aa-idin wal faa-izin artinya: (semoga engkau) bagian dari orang-orang yang kembali (suci) dan bagian dari orang-orang yang menang.

Sebagai penutup ada hadist (kalau tidak salah), mengenai ucapan menyambut idul fitri ini yaitu: taqabbalallahu minnaa wa min kum (semoga Allah menerima [amalan puasa] dari kami dan [amalan puasa] dari kalian). Allahu a'lam bish-showwab.

2 comments:

Anonymous said...

Makin asyik nih..
Mmmmm.. mau tanya nih, apakah tdk sebaiknya Al-Quran itu kita tulis Al-Qur-an yah?
Contoh lain, kebiasaan nulis Aisyah kita ganti dgn 'Aa-i-syah.
Dengan demikian, jadi jelas suku katanya.
(Abdullah)

Rafdian Rasyid said...

terima kasih... mengenai Al-Quran, selama kita sepakat maksudnya Al-Qur-an, ya tidak apa apa kan?

Awalnya saya malah mau nulis AQ saja. hehe.

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

About Me

My Photo
السلام عليكم Bagi yang telah mempelajari bahasa Arab sedari kecil, nahwu shorof (grammar) bahasa arab tidaklah rumit bagi mereka. Hal berbeda bagi orang dewasa baru belajar bahasa arab, akan terasa sulit sekali. Saya belajar bahasa arab dari Al-Quran pun setelah usia sangat lanjut (too bad; but better late than never). Tulisan dalam blog ini dituliskan sebagai bagian dari proses belajar saya pribadi (menjadi semacam refleksi ataupun dokumentasi). Proses belajar tersebut terus berlanjut sampai sekarang. Doakan semoga saya tetap istiqomah.

Visitors/Hits