Monday, July 30, 2007

Topik 25: Mari Berbahasa Nabi

Bismillahirrahmanirrahim

Ini adalah surat dari seorang teman (namanya Noor Ihsan Jundulloh), ajakan untuk lebih giat belajar bahasa Arab. Saya kutipkan untuk kita semua:

Seandainya Nabi Muhammad masih hidup di sisi kita, siapakah yang bisa bercakap-cakap dengan beliau tanpa perantara?

Seandainya para sahabat, tabi'in, Imam mazhab, dll, dibangkitkan oleh Allah hari ini, siapakah yang akan mudah berbincang-bincang dengan mereka dan mendapat pengajarannya secara langsung?

Menurut saya, jawabannya adalah orang yang mengerti Bahasa Arab. Karena, bahasa yang mereka gunakan, sama dengan bahasa yang ada saat ini. Tidak berubah. Khususnya bahasa Arab resmi/fusha.

Arab sendiri artinya adalah padang pasir, tanah gundul, gersang. Hal yang wajar ketika penamaan yang diberikan pada sesuatu sesuai dengan kondisinya.

Bahasa Arab punya sifat isytiqoqiyah (bentukan). Maksudnya, suatu kata terbentuk dari kata lain yang memiliki asal yang sama. 'Asal' di sini bisa dibaca susunan
huruf yang sama. Sehingga, dalam kesehariannya, bahasa Arab lebih siap menghadapi perkembangan zaman.

Contoh, dulu pesawat belum ada. Mobil belum ada. Penamaan kata pesawat, diambil dari kata 'thaa ra' yang artinya terbang. Pesawat sendiri dalam bahasa Arab
disebut thaa i rah, artinya sesuatu yang terbang.

Tidak berbeda jauh dengan burung yang dalam bahasa Arabnya disebut thaa ir.

Begitu juga dengan mobil. Bahasa Arabnya sayyarah. Diambil dari kata saa ra yang memiliki asal kata yang sama dengan sirah, yang artinya perjalanan. Sayyarah pelaku dari kata sirah.

Banyak contoh-contoh lain yang bisa kita sebutkan nanti. Beberapa kata dari Bahasa Arab juga sudah menjadi kata dalam Bahasa Indonesia, alhamdulillah. Ketika awal mula mempelajari bahasa Arab seperti ini, seorang teman pernah berkata, 'bahasa kita ini unik ya,'

'unik gimana?' tanya saya

'orang Inggris bilang camel, orang Arab bilang jamal,

ga beda jauh kan? Lha, di kita jadi onta.'

'trus' katanya, 'orang Inggris bilang cat, orang Arab bilang qittun, ga beda jauhkan? Di kita jadi kucing.'

'unik kan?' katanya dengan semangat.

1 comment:

mochamad hidayat said...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, mas Rafdian Rasyid

Alhamdulillah, ana selalu mengikuti materi ini mulai dari topik 1
materi yang sangat bermanfaat dan mudah untuk dipahami dalam penyampaiannya

Mohon izin copas dan share di grup whatsapp saya, semoga menjadi ladang amalan bagi kita semua, aamiin ya Robbal'alamiin.

Jazakallahu khair

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits