Tuesday, April 10, 2007

Topik 8: Mengimani, Mendirikan, Rezkikan, Menginfakkan

Bismillahirrahmanirrahim

Topik kali ini insya Allah kita akan membahas mengenai fi’il (kata kerja). Dalam bahasa Arab kata kerja dibagi 2 jenis, yaitu kata kerja sempurna--perfect tense (atau telah lewat – Past Tense), dan kata kerja belum sempurnya--imperfect tense (atau sedang dilakukan, atau akan dilakukan – Present Tense/Future Tense). Bagi yang sudah biasa berhasa Ingris, kenyataan ini cukup mengherankan. Bahasa Arab ternyata lebih sederhana!!!

Kata kerja sempurna, dan belum sempurna... Nah loh, apa lagi tuh...?

Kalau dalam bahasa Indonesia kita bisa berkata begini:

”Muhammad membaca buku”.

Apa yang terbayang dalam pikiran Anda? Ya, anda akan tahu bahwa ada orang yang bernama Muhammad membaca buku? Kalau saya tanya, ”Kapan?”, ”Kapan dia membaca buku?”. "Apakah sekarang dia sudah selesai membaca buku?". Nah disini Anda mulai kerepotan. Yah itulah kelemahan bahasa Indonesia. Tidak ada indikasi kapan sesuatu perkejaan dilakukan. Bisa itu dikerjakan kemaren, saat ini, atau besok.

Bagaimana dalam bahasa Arab? Dalam bahasa Arab maka suatu perkerjaan dibedakan dalam 2 domain waktu saja, yaitu telah dilakukan (telah selesai dilakukan, atau telah lewat), atau belum selesai dilakukan (sedang dilakukan, atau akan dilakukan). Misalkan spt ini:

محمد يَقْرَأُ الكِتَابَ
Muhammadun yaqra-u al-kitaaba (Muhammad sedang membaca buku)

محمد قَرَأَ الكِتَابَ
Muhammadun qara-a al-kitaaba (Muhammad telah membaca buku)

Terlihat dari dua kalimat diatas, terdapat 2 isim (kata-benda) yaitu محمد dan الكِتَابُ . Sedikit mengulang topik yang lalu mengenai kata benda spesifik (ma’rifah) dan belum spesifik (nakiroh). Kata buku (كِتَابٌ – kitaab) maka karena ada ( al- الــ ) maka dia menjadi spesifik (artinya orang yang mendengar kalimat itu dianggap sudah mengerti buku mana yang dimaksud). Jika ingin tahu lebih detail masalah ini lihat topik-topik yang lalu.

Isim yang kedua adalah محمد Muhammadun (atau kalau dalam bahasa lisan – Muhammad). Karena ini nama orang, bukan nama jenis, maka ini termasuk spesifik. Artinya pendengar (orang yang mendengar kalimat ini diucapkan), dianggap telah tahu Muhammad mana yang dimaksud (apakah Muhammad Rafli, Muhammad Satori, dll).

Kata yang ketiga yang kita temui dalam kalimat diatas adalah kata kerja : membaca. Ada 2 format yang kita temui yaitu:

يَقْرَأُ
--ya'ra-u dia sedang membaca
قَرَأَ
–-qa-ra-a dia telah membaca

Nah, pada topik kali ini kita telah mempelajari dua jenis kata kerja yaitu: kata kerja sedang, dan kata kerja telah (lihat contoh diatas).

Oke oke... bagaimana kita membedakan bahwa suatu kata itu bersifat sedang (fi’il mudhori’) atau bersifat lampau (fi’il madhy)?

Lihat contoh diatas baik-baik. Terlihat bahwa beda antara bentuk sedang dan telah hanyalah apakah ada tambahan kata didepan nya. Bingung?

Gini… gini… Kata membaca
قَرَأَ
– qa-ra-a adalah asal kata dari membaca… Aduh apa lagi nih… apa maksud asal kata itu?

Gini. Dalam bahasa Arab, kata itu punya asalnya (atau akarnya). Misal kata
مُسْلِمٌ
muslimun (1 orang pria muslim), asal kata nya أَسْلَمَ dan akar kata dari aslama adalah سَلَمَ – sa-la-ma. Sebagai informasi awal (Insya Allah akan dibahas lebih detail), akar kata "asli" bahasa Arab, terdiri dari 3 huruf. Akar kata ini menjadi indeks awal di kamus. Jadi kalau mencari kata muslim مُسْلِم jangan dicari di huruf
م
, tapi carilah di huruf س.

Kembali lagi, dalam bahasa arab, akar kata itu berbentuk kata kerja telah (fi’il madhy). Jadi asal kata membaca itu
قَرَأَ
– qa-ra-a kalau dicari di kamus dicari di huruf ق.

Jangan mentang-mentang ketemu kata-kata
يَقْرَأُ
– yaq’ra’u (yang artinya juga membaca), maka Anda ujug-ujug mencari di kamus pada huruf
ي
. Insya Allah gak bakalan ketemu…. Hahaha…

So, kesimpulannya apa? Kesimpulannya adalah: Kalau mau menjadikan suatu kata kerja menjadi bentuk sedang maka tambahkan ي atau يـــ (ya) di depan kata kerja bentuk lampau (kata kerja telah). Gampangkan?

Sebagai latihan mari kita lanjutkan surat Al-Baqorah ayat 3



Perhatikan ada 4 kata kerja diatas, 3 merupakan bentuk sedang, 1 bentuk telah? Bisa Anda tebak? Mestinya bisa doongg... kan saya dah kasih rumusnya...

Yang bentuk sedang
يؤمنون
– yu’ minuu-na (lihat ada tambahan يــ diawal kata) – mereka sedang beriman
يقيمون
– yu qii-muu-na (lihat ada tambahan يــ diawal kata) – mereka sedang mendirikan (sholat)
ينفقون
– yun fi-quun (lihat ada tambahan يــ diawak kata) – mereka sedang berinfaq

Yang bentuk lampau
رزقناهم
-- asal nya adalah رزق – ro-za-qo (yang artinya rezkikan) lalu mendapat akhiran نا (yang artinya kami telah) dan هم (yang artinya kepada mereka). Jadi Razaqnaahum artinya (yang kami telah rezkikan kepada mereka). Mengenai akhiran ini akan kita bahas pada topik berikut.

Rasa Bahasa / Makna Sedang

Kalau kita baca “sedang beriman”, “sedang mendirikan (sholat)”, “sedang berinfaq”, kurang cocok dengan rasa bahasa Indonesia. Maka kembali ke hokum dasar, maka kata kerja bentuk sedang dalam bahasa Arab juga dapat diterjemahkan kebiasaan (atau pekerjaan yang rutin dilakukan).

Maka kalimat diatas dapat diterjemahkan:
Mereka terus beriman, dan mereka selalu mendirikan (sholat), dan mereka rajin berinfaq

Demikian dulu topik ini kita akhiri. Insya Allah, pembahasan yang lebih dalam akan kita lanjutkan nanti.

5 comments:

Anonymous said...

Mas, tlg pelajarannya dilajutin terus yach ..... jgn smpai nantinya
gak tuntas.

thks

Dimas said...

ASS. MAS
SEBELUMNYA MAKASIH ATAS PELAJARANNYA
CUMAN SAYA BINGUNG PENGGUNAAN HAROKATNYA PADA HURUF " YA ",
DARI CONTOHNYA KAN " YA " DIKASIH HAROKAT " DHOMAH " ,
TRUS KALAU HAROKATNYA " KASROH " / " FATHAH " APAKAH MEMPENGARUHI ARTINYA ?

Rafdian Rasyid said...

Itu tergantung. Kalau dia KKT-1 dan KKT-2, maka harokat ya, dhommah.

contoh:
nazala (KKA) menjadi yanzilu : turun

anzala(KKT-1) menjadi yunzilu : menurunkan

nazzala (KKT-2) menjadi yunazzilu : menurunkan

Rafdian Rasyid said...

dan juga KKT-3

contoh
qootala (KKT-3), jadi yuqootilu : berperang

Selain itu (KKT-4 s/d KKT-8) huruf ya menggunakan fathah

Rafdian Rasyid said...

Kata yu'minuuna itu adalalah KKT-2

asalnya:

KKA: amina - ya'manu : aman

KKT-1: aamana - tu'minu : beriman

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits