Thursday, April 05, 2007

Topik 7: Tinjau ulang topik 1 s/d 6

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada topik 1 kita telah menjelaskan jenis-jenis kata dalam bahasa Arab, yaitu: (1) isim--kata benda, (2) fi'il--kata kerja, dan (3) harf (atau huruf)--kata tugas. Topik 2 sampai 5 kita telah jelaskan jenis-jenis isim dan harf. Topik 6 agak melenceng sedikit, menjelaskan masalah mudhof (atau kata majemuk).

Sekarang kita review ulang surat Al-Baqaroh 1-2:



Kitab itu, tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Karena tujuan akhir kita adalah bagaimana dengan cepat kita bisa menerjemahkan (ingat bukan menafsirkan loh... karena untuk menafsirkan perlu ilmu-ilmu lain), maka cara tercepat menurut saya adalah kemampuan memenggal-menggal kata dalam kalimat. Perhatikan ayat 2 diatas, menurut Anda terdiri dari berapa penggalan kata? Kalau jawaban Anda 7 maka jawabannya salah. Jawaban yang betul adalah 9 kata yaitu:

ذلك.....الكتاب..... لا..... ريب...... في....... ـه...... هدى...... ل..... المتقين

Teknik selanjutnya adalah (ini menurut pendapat saya pribadi loh...) setelah mengetahui 9 kata tersebut kita mengetahui apakah dia termasuk isim, fi'il, atau harf. Why? Karena kalau sudah punya "feeling" jenis-jenis kata tsb, kita minimal bisa "nebak-nebak" artinya.

Okeh... sekarang kita urai satu-satu. ذلك itu, الكتاب buku, لا tidak ada, ريب keraguan, في didalam, ـه nya, هدى petunjuk, ل bagi, المتقين orang-orang yang bertaqwa.

ذلك dzalika: itu --> isim isyaroh (kata benda tunjuk)

الكتاب al-kitaabu: buku --> isim alam ma'rifah (kata benda yang sudah spesifik)

لا laa: tidak ada --> harf (kata tugas), tugasnya adalah meniadakan secara makna kata setelahnya

ريب roiba: keraguan --> isim

في fii: didalam --> harf jar (kata tugas), tugasnya adalah menjadikan kata setelahnya tidak berakhiran un atau u, tetapi in atau i. Lihat topik 5.

ـه hi: nya --> isim dhomir (kata ganti orang)

هدى hudan: petunjuk --> isim

ل li: bagi --> harf jar (kata tugas). Lihat topik 5

المتقين al-muttaqien: orang-orang yang bertaqwa --> isim alam.

Setelah tahu pembagian tsb, lalu ngapain? Apa pentingnya tahu pembagian isim, fi'il, harf? Nah kembali lagi kita lihat ayat 2 diatas, terdiri dari 9 kata. Adakah kata kerja (fi'il) didalamnya? Tidak ada khan?

So??? Ya, kalau tidak ada berarti kalimat tsb kalimat yang tidak ada kata kerjanya. Ah bingung... Gini2x... Kalau saya sebutkan:

Rumah dipuncak bukit itu indah rupawan, diatasnya ada pemandangan gunung yang menghijau.

Nah, walau kalimat itu panjang, adakah bayangan "pekerjaan" dalam kalimat diatas? Bandingkan dengan ini.

Rumah dibawah lembah itu ditimpa longsor, dari batu yang menggelinding dengan cepat, menimpa lalu meremukkan rumah tersebut.

Nah dalam kalimat ini ada kata kerjanya yaitu: ditimpa, menggelinding dengan cepat, menimpa, meremukkan. Terbayang ada "Action" disini kan, ada sesuatu yang bergerak, bekerja. Itulah kata kerja (atau fi'il) dalam bahasa Arab.

Kembali lagi ke ayat 2 surat Al-Baqaroh diatas, kita tidak menemukan fi'il (atau kata kerja). Semuanya kata benda dan harf (kata tugas) saja.

Buku itu, tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang-orang bertakwa.

Kalimat ini semacam kalimat pemberitahuan, bahwa kitab itu (yaitu Al-quran) tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya, dan dia adalah petunjuk bagi orang-orang bertaqwa.

Perlu dilihat disini kata-kata لا yang diikuti kata benda yang berbentuk nakiroh (umum) ريب : keraguan. Tugas Laa itu adalah meniadakan apapun jenis kata benda setelahnya (yaitu keraguan). Yang bisa diterjemahkan, tidak ada setetespun (sedikitpun) terhadap segala jenis keraguan, didalamnya.

Demikian dulu topik ini kita tutup... Insya Allah akan kita lanjutkan lagi...

11 comments:

fatwa said...

syukron... tulisan anda, sangat membantu saya mengerjakan tugas anakon.. jazakallah

joggy said...

anakon itu apaan?

Dians said...

saya senang sekali melihat dan membaca tulisan atau artikel ini , diteruskan menulisnya dan saya juga bisa belajar terus bahasa arabnya , saya juga ingin sekali bisa berbicara dalam bahasa arab siapa tahu bisa pergi ke timur tengah dan juga menunaikan ibadah haji

Anonymous said...

Apakah laa, termasuk huruf jar juga ?

Anonymous said...

oleh kerana kita telah mempelajari mubtadak dan khobar, elok di huraikan sekali dalam tinjauan ulang topik 7 ini.

Rafdian Rasyid said...

topik mubtada dan khobar bisa dibaca lagi pada topik sebelumnya. topik ini juga akan disinggung lagi pada pembahasan di topik2 di depan.

huruf laa bukan huruf jar, karena huruf huruf jar itu harus diikuti oleh isim yang majrur.

yugo saptoro said...

Kalau kita tidak tahu artinya. Apakah bisa kita membedakan mana isim, fi'il dan jar?
apakah ada ciri-ciri tertentu untuk isim, fi'il dan jar.

Rafdian Rasyid said...

Ciri2 isim fiil dan jar? Hmm... tentu ada... Cara yang paling mudah adalah: 1. hafalkan jar (karena sedikit)seperti: dengan (bi); ke (ila), bawah (tahta), dst.
2. lihat apakah kata itu diawali alif+lam, jika iya, maka pasti itu isim
3. lihat harokat terakhir, apakah an, in, atau un, jika iya, maka pasti itu isim
4. jika bukan 1 s/d 3, maka KEMUNGKINAN besar itu fi'il

yugo saptoro said...

wah..subhanallah. gampang jg ya membedakan 3 hal tersebut.
untuk jar apa aja ya? jadi pengen hafalin..
btw, biar saya bisa senantiasa mengetahui update blog ini.khususnya jawaban dari pertanyaan2 saya. gimana caranya ya?

Anonymous said...

subhanAllah ...baru ketemu blog ini...sangat seronok..mohon di share ilmunya ya .Moga ALLAH membri kebaikan kepada blogger ini .aameen..salam dari Malaysia.

mochamad hidayat said...

Assalamu'alaikum ustadz, seperti biasanya, mohon izin copas dan share ke grup w/a ana...
Semoga bermanfaat bagi umat islam

Barakallahu fik

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits