Monday, March 26, 2007

Topik 2: Nakiroh Ma'rifah

Bismillahirrahmanirrahim.
Pada topik 1: telah dibahas secara sepintas pembagian jenis kata dalam bahasa Arab, dimana kata dalam bahasa Arab hanya dibagi 3, yaitu kata benda (isim), kata kerja (fi'il), dan kata tugas (harf). Contoh yang dipakai menggunakan surat Al-Baqaroh ayat 1 - 2. Pada topik kali ini akan dibahas mengenai topik kata benda, mengenai kata benda telah diketahui, dan kata benda belum diketahui.

Baiklah, kita mulai saja.

Pada topik 1, ada penanya (syukron atas pertanyaannya), yang menanyakan kalau memang kata benda (isim) dalam bahasa Arab, sangat tergantung pada jenis kelamin kata (apakah perempuan atau laki-laki), maka bagaimana cara menentukan apakah kata benda ini berjenis laki-laki (male), atau berjenis perempuan (female).

ambil contoh:
ذلك كتاب
dzalika kitaabun = itu (sebuah) kitab. Adalah struktur kalimat yang benar. Karena kata dzalika (berjenis laki-laki), kitaabun (berjenis laki-laki).

ذلك شجرة
dzalika syajaratun = itu (sebuah) pohon. Adalah struktur kalimat yang salah. Karena kata dzalika (berjenis laki-laki), sedangkan pohon (berjenis perempuan).

تلك شجرة
tilka syajaratun = itu (sebuah) pohon. Inilah kalimat yang benar, karena dua-duanya merupakan kata benda berjenis perempuan.

Lalu bagaimana mengetahui suatu isim termasuk berjenis laki-laki atau perempuan?

Untuk kata benda penunjuk (isim isyaroh) spt "ini", "itu", maka tidak ada cara kecuali dihapalkan saja. Wah repot dong.... Gak juga, kata dalam kelompok ini tidak begitu banyak spt:
ذلك
dzalika = itu (laki-laki)
تلك
tilka = itu (perempuan)
هذا
hadzaa = ini (laki-laki)
هذه
hadzihi = ini (perempuan)

Mengenalkan Teman
Bayangkan disebelah anda Ada, Febrianti dan Sutanto. Kemudian datang teman lain yang belum kenal Febrianti dan Sutanto, maka Anda akan berkata:
هذا Sutanto (hadzaa Sutanto), هذه Febrianti (hadzihi Febrianti). Ini Sutanto, ini Febrianti.

Untuk kata benda alam (isim alam) seperti mobil, kantor, perpustakaan, buku dll, maka cara yang paling mudah adalah dengan melihat apakah ada ta marbutoh ة atau ـة (ta tertutup) pada akhir katanya. Jika ada ta marbutoh, maka kata ini termasuk jenis perempuan.

Contoh:
شجرة syajaratun = pohon
بقرة baqoratun = sapi betina
فاطمة fatimah = nama orang

Ada beberapa tanda-tanda lain (yang lebih jarang muncul) untuk isim alam jenis perempuan, tetapi pada kesempatan kali ini kita hanya tampilkan satu yaitu adanya ta marbutoh. Tanda ini paling sering muncul.

Nakiroh dan Ma'rifah

Sekarang kita masuk ke topik baru. Pada saat kita baca ذلك الكتاب dzalika al-kitaabu (buku itu), kata buku كتاب (kitaabu) ditambahkan AL (الـ) menjadi الــكتاب (al-kitaabu), penambahan AL ini maksudnya adalah menjadikan suatu kata benda menjadi sesuatu yang diketahui (definitif), sama halnya dalam bahasa Inggris, untuk memberitakan sesuatu yang sudah diketahui ditambah THE.

Misalkan:
I read a book أقرأ كتابا aqra-u kitaaban
I read the book أقرأ الكتاب aqra-u al-kitaaba

Pada contoh pertama, si pendengar belum mengetahui buku apa yang dimaksud oleh si pembicara. Sedangkan pada contoh kedua si pembicara yakin si pendengar sudah sama-sama tahu buku apa yang sedang dia baca.

Pada contoh pertama, kata kitaab disebut nakiroh (artinya belum definitif, belum diketahui oleh yang mendengar object yang jelas). Sedangkan pada contoh kedua disebut ma'rifah (definitif) yang artinya pembicara yakin pendengar tahu secara pasti (definitif) object mana yang disebut.

Kembali ke surat Al-Baqaroh:
ذلك الكتاب dzaalika al-kitaabu

maka kitaab (buku) disini ma'rifah, artinya pembaca ayat ini diasumsikan sudah tahu kitaab apa yang dimaksud. Dzalika Al-kitaabu = buku itu, atau bisa dibaca buku (yang kalian sudah tahu tentangnya) itu. Menurut tafsir, maksud dari "buku itu" adalah Al-Quran itu sendiri.

Demikian pembahasan ringkas Ma'rifah dan Nakiroh. Insya Allah akan kita lanjutkan lagi pada minggu ini atau minggu depan. Jika ada yang ingin dikomentari, ditanyakan, memberikan usulan, atau perbaikan, silahkan klik comments dibawah. Syukron katsiron.

Topik berikut Insya Allah: Bagaimana struktur kalimat yang sempurna dalam bahasa Arab.

7 comments:

ummu abdirrohman said...

baarokalloohu fiika..

selma said...

pak raf kemaren kkt 1 contohnya unzila.kkt2 nazzala tapi yang terakhir kok yang keluar kkt 2 nya berbunyi faa'ala bukan wazan fa'ala apa ndak terasa kalau sdh masuk kkt 3 atau ini bentuk lain dari kkt 2 terima kasih semoga mendapat penjelasan

taria said...

patokannya itu apakh hanya pada ta marbutoh saja?.blog ini mudah dipahami penjelasannya.sya belajar bhs arab beberapa kali blm slesai ganti-ganti guru yg bs bhs arab (private).krn guru2 nggak teratur waktunya,akhirnya bs lupa yg dipelajari.klo mau sekalian kursus aj/kuliah jurusan bhs arab.Tapi waktunya pjng, apalagi sy bekerja.jd sy putuskan bljr sendiri.maaf kalo byk tanya.terima ksh.

Rafdian Rasyid said...

@selma: KKT I dan II ada di topik 22 ya.. bisa di refer kesana dulu.

@taria: asal ada ta marbutoh hampir pasti itu kata benda feminim. semangat ya blajarnya. kalau bisa bersama teman2 biar konsisten..

ken said...

Kholas. Done.

Amrin Ilahi said...

Terima kasih bgat saudara, Allah mrrahmati mu. Diberi kesehatan dan kemudian dunia akhirat

Amrin Ilahi said...

Terima kasih bgat saudara, Allah mrrahmati mu. Diberi kesehatan dan kemudian dunia akhirat

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits