Thursday, October 06, 2005

ANALOGI KEBERADAAN TUHAN

Pesan ini dikirim oleh seorang teman bernama Mustofa Al Haddad. Isinya cukup menarik untuk dibaca, apalagi pada bulan Ramadhan yang mulia ini. (pen).

ANALOGI YANG MENGAGUMKAN !

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang," Saya tidak percaya Tuhan itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar /"mlungker-mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata," Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??"."Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen.

"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang diluar sana", si konsumen menambahkan. "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

Cocok!"-kata si konsumen menyetujui."Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.

4 comments:

Ihan said...

Masalahnya adalah begini. Bicara tentang Tuhan kita mengakui bahwa Dia mahabaik dan mahakuasa. The infamous problem of evil asks: "Why then do we witness a lot of evil in this world?" The existence of evil thus forces us to think, either God is not omnipotent, or he is not that good afterall.

Nah, melakukan analogi dengan tukang cukur problemnya jadi seperti ini. Kalau Tuhan adalah Tukang Cukur, maka Dia pastilah Tukang Cukur yang mahakuasa. Artinya tidak mungkin ada orang yang lepas dari pisau cukurnya. Nah, kalau di dalam dunia dimana Tuhan adalah Tukang Cukur, kita menemukan rocker yang gondrong, mau tidak mau membuat kita bertanya-tanya tentang keberadaan Tukang Cukur omnipotent ini.

Memang "the problem of evil" masih merupakan problem filsafat dan teologis yang menarik untuk dibicarakan dan dipikirkan. (Bahkan mungkin tidak ada jawaban mutlak yang bisa memuaskan semua pihak).

In any case, selamat berpuasa om Raf!

AnNimah said...

Ass.wr.wb. Diselingi joke2 yang segar dan menarik...adalah baik untuk i'tibar (mengambil pelajaran) ...selamat dan semoga blog ini bisa terus berkembang...wasslm

amik said...

assalamualaikum...

wah cerita yang menarik..boleh ga ku copas utk ku posting di blog aku?

ga papa sih kalau ga boleh..
hehehe..

makasih

wassalam

Rafdian Rasyid said...

Silahkan di Copas

Topik Sebelumnya

Penting:
Silahkan memperbanyak atau menyebarkan materi-materi dalam situs ini tanpa ijin apapun dari penulis.

Visitors/Hits